Kamis, 20 Februari 2020

Misteri Penginapan Berhantu

Background Image by : mysterioustrip . com

Hai, sebut saja aku Rendy aku adalah seorang mahasiswa di suatu kampus Swasta di kota S. Aku saat ini sedang menginjak semester 5 dan kuliah di jurusan Teknik Mesin, bisa dibilang aku bukan mahasiswa yang pandai, bahkan aku sepertinya berpikir bahwa aku salah memilih jurusan, namun tak apalah kujalani saja hari hariku sebagai mahasiswa yang tidak terlalu teladan, namun aku sedikit mengerti tentang mesin motor & mobil. Ya setidaknya hidupku sedikit berguna.
Aku tinggal di Kota S juga bersama Ayah dan Ibuku, aku adalah anak semata wayang. Aku terlahir di keluarga yang bukan orang kaya dan bukan orang tidak mampu, yaa bisa dibilang keluarga berkecukupan. Namun aku berterima kasih kepada Tuhan karena sudah membantuku menemukan pekerjaan sampingan atau biasa disebut Freelance, ya walaupun penghasilanku tidak banyak namun aku bisa mencari uang sendiri dan membantu orang tuaku membayar SPP bulanan.
Hobiku saat ini adalah Touring, mungkin sebagian besar dari kalian tahu apa itu Touring. Aku biasa Touring sendiri ataupun dengan kawan kawan sekelasku, sejak SMK memang aku sudah menggeluti hobiku ini jadi sedikit demi sedikit aku punya banyak sekali saudara saudara disana yang se-hobi jadi aku tidak selalu Touring bersama kawan sekelasku.
Singkat cerita hari ini adalah hari libur semester dan libur semester ini cukup lama yaitu sekitar 2 bulan, dan aku sudah menabung cukup untuk pergi Touring bersama kawan kawan sekelasku. Kali ini kami pergi Touring ber 4 dan 2 motor. Oh iya perkenalkan kawan kawanku ini, ada Joe sahabat ku, ada Natalia adalah pacar Joe, dan Dini teman sekelasku. Awalnya kami berniat berangkat 6 orang namun 2 orang ini tidak jadi ikut karena terkendala perizinan orang tua mereka, namun kami ber 4 tetap berangkat. Kami berniat pergi ke kota L, perjalanan yang ditempuh sekitar 5 jam dari kota S. Kami sudah mempersiapkan semuanya dari Uang, bekal, dan persiapan kendaraan dan tak lupa kami membawa peralatan secukupnya untuk berjaga jaga bila di tengah perjalanan motor kami bermasalah, karena 2 motor kami ini termasuk motor tua.
Kami sudah memesan penginapan sederhana di Kota L. Ah sebenarnya kota L ini bisa disebut desa / kota, namun pemandangannya seperti desa tetapi tidak terlalu terpencil. Singkat cerita sudah 3 jam perjalanan kita beristirahat di sebuah saung/gubuk warung kopi sederhana di Kota D, saat itu waktu menunjukkan pukul 6 sore, walaupun masih sore, entah kenapa jalanan disini sangat sepi, jarang sekali ada kendaraan lewat, kalaupun ada pasti mereka memacu kendaraannya sangat cepat karena jalanan disini sangat mulus dan sepi. Dan anehnya hanya ada 1 gubuk ini saja di pinggiran jalanan yang sepi ini, dan beruntung sekali si Ibu penjaga warung ini menjual bensin eceran jadi kami sekalian mengisi penuh tangki motor kami. Kurasa istirahat sudah cukup dan kamipun hendak pamit dan membayar total makanan dan minuman kami. Saat kami hendak pamit si Ibu berkata "Nak, kenapa kalian pergi sekarang, jalanan sudah gelap, kenapa kalian tidak menginap disini saja tidak apa-apa daripada kalian mengantuk dijalan karena disekitar sini sampai batas kota tidak ada penginapan".
lalu Joe menjawab "Tak apa bu, sudah separuh perjalanan kami ke Kota L, nanggung bila menginap disini, toh kami sudah memesan penginapan disana bu, dan kami takut merepotkan ibu". lalu Ibu itu menjawab "Ya sudah nak, hati hati jangan ngantuk, pesan ibu bila kalian merasakan sesuatu dibelakang kalian jangan pernah menoleh kebelakang, tetap hadapkan pandangan kalian ke depan. Dan jangan sampai pikiran kalian kosong ya, Nak!", kami ber 4 serentak menjawab " Iya bu!, terima kasih". Lalu kamipun bergegas melanjutkan perjalanan.
Di jalan ini hanya ada kami ber 4, jalanan gelap tetapi masih ada lampu kecil di pinggir jalan, namun kami masih fokus melanjutkan perjalanan tanpa merasa aneh sedikitpun. Posisiku berada didepan motor Joe, tiba-tiba Joe mengklakson panjang "Tiiiiiiiiiiin..." lalu kami pun berhenti, lantas aku pun bertanya kepada Joe. "Kenapa Joe?", " Anu Ren, entah motorku kenapa tiba tiba mogok", kami berhenti di pinggiran jalan yang sepi nan gelap, Aku dan Rendy memperbaiki motor sebisa mungkin, Natalia dan Dini pun menyalakan senter di HP. Oh ternyata motor Joe bermasalah pada Busi nya jadi Joe mengganti dengan busi yang baru. Untung saja kami sudah mempersiapkan busi baru dari rumah. Kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota L, mungkin kurang 1,5 jam perjalanan dari sini. Joe pun bergantian memimpin kami, disaat Joe memimpin tiba tiba Dini berteriak.
"Ahhhh, apa itu!!!", aku pun mencoba menenangkan Dini, " Sudah Din, tenang jangan dilihat, aku juga melihatnya, kamu pejamkan mata saja". Oh tidak aku melihat sekelebat Kain terbang diatas Joe, namun aku berusaha tetap tenang sementara Dini masih ketakutan dan memejamkan mata, tiba tiba di belakang motorku ada sorotan lampu mobil warna kuning. Lalu aku pun minggir, namun Joe tidak minggir, dia masih di tengah jalan, namun anehnya tiba-tiba sorotan lampu kuning itu menghilang entah kemana, Aku langsung teringat perkataan Ibu tadi "JANGAN MENOLEH KEBELAKANG". Ok aku berusaha menenangkan diri, lalu dini berkata "Heh Rendy, kamu ngapain minggir minggir ntar nyebur sawah gimana?!". "Lah tadi kukira ada mobil mau lewat". Dini menjawab " Hah?? Mobil?? mana ada mobil daritadi, orang kita masih berempat kok!!, jangan nakutin deh!!".
Pikirku aneh, ah mungkin halusinasiku saja. Rasanya aku capek sekali, dan akhirnya kita sampai di Kota L, kali ini kami bisa melihat lampu lampu perumahan dan pertokoan, jalanan mulai ramai seperti biasanya.
Waktu menunjukkan tepat pukul 8, kami harus menemukan penginapannya segera sebelum kami terlalu lelah. Akhirnya kami masuk di sebuah desa diantara persawahan, angin malam menusuk tulangku. OHH itu sangat dingin, akhirnya kami menemukan Penginapan ini, letaknya agak jauh dari Pusat kota sekitar 30 menit dari pusat kota.
Lalu kami mencari pemilik penginapan dan kami pun langsung disambut oleh si pemilik.
"Selamat malam, ini yang kemarin pesan 2 kamar untuk 4 orang ya?". Aku pun menjawab " Ya pak, atas nama Rendy", oh iya betul silakan masuk, kami pun di antar ke kamar, Natalia tidur bersama Dini, dan Aku bersama Joe. kamar kami bersebelahan. Oh ya, penginapan ini seperti Kost, kecil namun nyaman, dengan harga murah ini cocok sekali. Tetapi anehnya sepertinya disini sepi sekali, hanya kami ber 4 yang menyewa.
Singkat cerita ada 1 pegawai yang mengantarkan makanan sambutan kepada kami, lalu aku pun iseng bertanya kepada pegawai ini, "Mas, ini kok sepi banget ya?, apa ga ada orang lain selain kita?". Diapun menjawab " Oh iya mas memang disini selalu sepi di hari biasa", lalu pegawai ini langsung pamit begitu saja. Hmm aneh sekali...
Tak banyak bicara kami menyantap hidangan di kamar masing masing. Hidangan ini cukup lezat dan banyak porsinya, Nasi Ayam dan beberapa Buah buahan, ini cukup untuk mengganjal perut kami, atau mungkin ini lebih banyak dari yang kami kira. Lalu aku pun mengobrol dengan Joe , "Joe, aneh sekali ya disini kok sepi banget, padahal tempatnya nyaman, sejuk, hidangannya mantap.." . Joe menjawab "Hmm iya aneh sekali, ah mungkin benar kata pegawai tadi, karena ini hari biasa jadi disini sepi". Aku pun berpikir positif, lalu Natalia dan Dini mengetok pintu kamar dan meminta tolong kepada kami.
" Joe, Ren tolong dong, kamar mandi kita ngga bisa dibuka pintunya". Joe menjawab "Ah masa? coba aku buka", Lalu aku dan joe membantu membuka pintu kamar mandi Natalia dan Dini. " Ah ini kenapa ya? mungkin terkunci, coba kita tanya kepada pegawai tadi". lalu aku dan joe mencari pegawainya. Dan kami menemukan dia.
"Mas, itu kamar di pojok, kamar mandinya kekunci apa gimana", lalu pegawai itu menjawab, "Oke, saya cek dulu", ternyata kamar mandi bisa dibuka dengan mudahnya oleh pegawai tsb. " Nah ini bisa mas", kami pun terheran heran, "Lah kok bisa ya? tadi ga bisa loh mas". lalu pegawai itu hanya tersenyum dan langsung pergi begitu saja, dari kejauhan aku berteriak " Makasih mas!". Aku sempat berfikir, aneh sekali dia, daritadi dia seperti menghindari kami. Tanpa pikir panjang kami kembali ke kamar masing masing. Dan langsung tidur karena waktu menunjukkan pukul 10.
Tiba tiba HPku berbunyi saat aku sudah tertidur pukul 12 malam, oh ternyata Ibuku menelpon... "Nak apa sudah sampai ditujuan?", "Oh iya sudah bu ini lagi tidur", ibuku menjawab "Oke nak, selamat tidur". Singkat saja lalu aku melanjutkan tidurku. Beberapa saat setelah menerima telepon, tiba tiba terdengar suara gaduh di kamar sebelah, yaitu di kamar Natalia dan Dini, aku pun membangunkan Joe, "Joe.. Joe.., ngapain mereka berdua malem-malem gini ribut ya?", Joe " Iya ngapain sih.. Eh jangan-jangan ada maling, ayo coba kita cek". Kami berdua langsung bangun dan mengecek keadaan kamar sebelah, kami pun menggedor pintu kamar sebelah. Tak lama Natalia keluar. "Hah?? Ada apa Joe?", Joe "Lah kalian berdua ngapain ribut jam segini?", Natalia "Ribut??? apanya yang ribut?, justru kalian tuh ribut tiba-tiba gedor pintu ih..". Aku dan Joe pun melongo. Padahal terdengar jelas ada suara gaduh di kamar Natalia dan Dini, namun ternyata tidak ada apa-apa. Oke ini sangat aneh karena aku tidak sendiri yang merasakan keanehan ini. Lalu kami kembali ke kamar masing masing, aku dan Joe masih bingung dengan apa yang sudah terjadi barusan, namun kami tidak ambil pusing karena kami memang benar-benar lelah jadi kami melanjutkan tidur.
Pagi hari telah datang, Aku dan Joe bangun pukul 7 pagi, begitu juga Natalia dan Dini, kami bersiap siap untuk ke Lobby untuk mengambil jatah sarapan pagi, kami duduk berhadapan sambil menyantap sarapan. Lalu aku memulai percakapan. " Din, Nat, jelas Aku dan Joe kemarin malam denger suara gaduh dari kamar kalian, dalam hati, ini Natalia sama Dini ngapain ya tengah malem kok ribut". Joe ikut berbicara "Iya, malah kita kira ada pencuri jadi kita cek semalam". Natalia pun menjawab "Ngapain juga malem-malem ribut coba?".
"Emang ada apa sih semalem?, aku asik tidur jadi gatau ada apa semalem", timpal Dini. Aku dan Joe masih bingung dengan kejadian semalam karena kejadian demi kejadian ini semakin aneh saja. Pagi yang Sunyi sepi di penginapan ini, hanya terlihat kami ber 4 dan Pemilik penginapan beserta 1 pegawai, namun kali ini berbeda pegawai, mungkin orang ini bergantian Shift dengan pegawai semalam. Pemilik dan Pegawai tersebut hanya mengobrol biasa. Lalu kami melanjutkan aktivitas, kami berniat untuk pergi ke taman di dekat sawah di pinggiran kota L. Singkat cerita kami sudah sampai disana, walaupun hanya taman biasa, namun disini pemandangannya indah sekali di pagi hari. Hawa sejuk dan bau embun pagi menyegarkan pikiran kami. Tak lupa untuk mengambil beberapa foto untuk stok, sambil berfoto aku memanggil pedagang jajanan tradisional khas kota L, pedagang ini ramah sekali kepada kami, kami pun menjelaskan darimana kami datang, dan kami bercerita bahwa kami sedang menginap di penginapan itu untuk 3 hari kedepan, lalu pedagang itu berkata "Wah, kalian nginep disitu ya?", " Iya pak, ada apa? sepertinya kok kaget begitu", timpal Natalia. Lalu pedagang itu menjawab "Oh, penginapan disitu agak angker, dik. Dulu anak saya pernah bekerja disitu namun hanya 1 bulan saja karena anak saya ketakutan, sering di ganggu makhluk tak kasat mata.Oh iya, Sekitar 6 tahun yang lalu ada kasus pembunuhan sesama teman disana..". Kami ber 4 sontak kaget dengan perkataan pedagang itu, kami semakin penasaran dengan cerita itu lalu pedagang itu melanjutkan ceritanya. "Dulu ada sekitar 10 orang sedang menginap disana, hari pertama memang tidak ada apa, namun disaat hari ke 2 ada seorang yang di latar belakangi dendam tiba tiba terlibat cekcok dengan korban, kebetulan korbannya adalah seorang perempuan dan pelakunya laki-laki, korban di hajar habis habisan oleh pelaku yang di duga menyimpan dendam, dan si korban langsung meninggal di tempat. Dulu penginapan itu ramai, namun setelah kejadian pembunuhan, penginapan itu semakin hari semakin sepi namun masih tetap ada yang menginap disana, namun mereka yang menginap rata-rata hanya sehari saja. Lalu beberapa tahun kemudian anak saya melamar pekerjaan disana, karena gajinya lumayan. Namun setelah 1 bulan, anak saya memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan disana". Lalu Dini bertanya, "Memang kenapa pak kok sampai keluar dari sana?", Jawab pedagang itu "Anak saya sering di ganggu sama sejenis Kuntilanak disana, katanya sih sering terdengar suara tangisan yang entah dimana asalnya, awalnya anak saya masih berani, namun hari demi hari akhirnya anak saya ketakutan karena Kuntilanak tersebut menampakkan dirinya pada malam hari saat anak saya sedang melakukan shift malam. Kata dia si kuntilanak ini memiliki postur tubuh yang tinggi, sekitar 3 meter, namun wajahnya tertutup rambut berantakan khas kuntilanak." Natalia dan Dini langsung berkata "Ah, aduh gimana ini." Sontak aku dan Joe malah penasaran dengan kebenaran cerita itu.. Akupun berkata kepada pedagang itu "Oh jadi begitu ya pak, memang agak aneh disana". Aku pun menceritakan kejadian aneh semalam, lalu si pedagang menjawab "Ya sudah, tidak apa apa, tetap berpikir positif dan meminta pertolongan kepada Tuhan agar selalu dilindungi, oh ya saran bapak bila malam tiba, pukul 12 malam kalian tidur saja, hiraukan apa yang terjadi. Tetap berdoa meminta perlindungan seandainya ada hal aneh disana.". Kami ber 4 menjawab "Ya pak!"
.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 siang, kami pun berpamitan dengan bapak tersebut dan kami berniat untuk melanjutkan kegiatan kami, kali ini kami berniat untuk mencari warung makan.
Setelah kami sudah makan kami kembali ke penginapan. Ya seperti kemarin, sepi sekali, memang benar perkataan pedagang tadi, disini sepi sekali hanya ada pemilik dan 1 orang pegawai yang sedang mengepel lantai. Lalu si pegawai menyambut kami seperti biasa sesuai prosedur di penginapan ini. Namun setelah menyambut kami, si pegawai ini langsung seperti membuang muka dan pergi begitu saja, aku merasa ada yang aneh, ada apa, dan kenapa ini.. Aku pun langsung berpikir, mungkin pegawai itu menghindari kami agar kami tidak bertanya tanya tentang kejadian disini, tapi kami sudah tau ceritanya dari pedagang di taman tadi. Malam pun tiba, waktu menunjukkan pukul 7 malam, Natalia dan Dini ingin keluar penginapan untuk mencari angin malam, Joe pun ikut Natalia dan Dini keluar, namun tidak dengan aku, aku ingin sekali membuktikan perkataan dari pedagang tadi siang dan masih penasaran dengan kegaduhan yang terjadi semalam.
Dini berkata "Ayo Rendy kita cari makan diluar", Joe ikut "Iya Ren, bosen disini, nanti kalo kamu sendirian disini takutnya kesurupan!, hahaha!." tawa Joe, namun aku tetap bersikeras untuk tetap di penginapan. 3 kawan-kawanku tadi sudah keluar penginapan, akupun sendirian disini, entah dimana si pemilik dan pegawai penginapan. Awalnya aku merasa biasa saja dan berfikir ah mungkin si pedagang tadi hanya mengarang cerita, toh tidak terlalu buruk disini. Akupun berjalan ke lobby yang sepi dan hanya ada lampu remang-remang. Aku duduk di sofa sambil bermain HP, aku melihat Instastory Dini sedang makan bersama Natalia dan Joe, akupun tertawa kecil melihat tingkah mereka. "Hihihi".. Aku mendengar suara tertawa perempuan yang melengking di depan lorong yang barusan aku lewati. Oh bulu kudukku seketika merinding, disini tidak ada orang sama sekali bahkan pegawai dan pemiliknya entah kemana dan setahuku disini tidak ada yang menginap kecuali kami. " Hihihihihi" tawa itu semakin jelas terdengar dari lorong, aku tetap berusaha untuk bersikap biasa saja lalu aku sambil merekam lorong di depanku, baru saja aku pencet tombol rekam tiba tiba ada sekelebat bayangan putih yang mendekat, semakin mendekat ke arahku, aku tetap memegang kamera HPku, semakin dekat dan jelas ternyata itu sosok Wanita mengenakan baju putih lusuh dan berambut panjang, badannya benar benar tinggi sekitar 3M, dan aku sadar itu adalah kuntilanak yang diceritakan pedagang tadi. Aku tak kuasa teriak dan kuntilanak itu semakin mendekat, lalu aku tidak tahu apa apa, semuanya gelap dan tiba-tiba aku pun terbangun terbaring di kamar, ternyata di kamar sudah ada Joe, Natalia, Dini, beserta pegawai penginapan yang kemarin malam menyambut kami. "Eh Ren, udah sadar" ucap Joe, Aku pun masih linglung dan bingung dengan apa yang terjadi, "Ada apa?? ada apa ini????" Ucapku, lalu aku mencari HPku, "Mana HPku??", Dini langsung memberikan HPku, lalu pegawai itu berpamitan dan ingin melanjutkan pekerjaan ". Ya sudah kalau semuanya sudah beres, saya mau lanjut kerja dulu", "Iya pak" ucap Dini kepada pegawai itu. Sementara aku yang sedang mengecek hasil rekaman tadi, Dini Natalia, dan Joe menanyaiku "Kamu habis ngapain kok tiduran di lantai lobby?". Aku menjawab " Aku tadi hanya duduk-duduk saja, dan aku melihat kuntilanak yang tinggi sekali". Mereka ber 3 kaget Natalia dan Dini langsung ketakutan. Sementara aku masih mencari rekaman tadi, ternyata tidak ada, ah sayang sekali mungkin karena HPku tadi terjatuh dan mati sehingga rekamanku hilang. Joe bertanya "Kamu beneran lihat kunti?", " Iya Joe, tiba-tiba aku udah ada disini aja", ucapku. Ternyata aku pingsan selama 40 menit tiduran di lantai dan akhirnya di gotong oleh pegawai tadi, lalu mereka ber 3 datang ke kamarku. Saat itu aku pingsan selama 1 jam, aku pun tidak menyangka karena kejadian itu sangat cepat sekali. "Makannya tadi ikut kita mah kamu ga bakalan begini Ren", ucap Natalia. "Udah gapapa", jawabku. Natalia dan Dini enggan kembali ke kamar karena mereka takut terjadi apa-apa. Oke jadi kami mengambil barang barang Natalia dan Dini dan memindahkannya di kamarku, aku persilakan Natalia dan Dini tidur di kasur, sementara aku dan Joe tidur di karpet saja.
Tak terasa sudah pukul 12 malam, kawan kawanku tertidur pulas, tidak denganku aku masih terjaga sambil bermain HP.
Tiba tiba aku mendengar suara gaduh lagi di kamar sebelah, perasaanku mulai tidak enak, Natalia dan Dini sudah tidur disini, lantas siapa yang membuat suara gaduh itu. Suaranya seperti pintu yang dibanting berkali kali dan ada suara seperti ada benda yang dipukulkan ke tembok, lalu aku mendengar suara lirihan tangisan pelan di kamar sebelah. Lalu aku membangunkan Joe. " Joe, bangun, denger gak?". Joe pun mengangguk dan mendengar suara aneh itu, aku dan joe berniat mengecek apa yang terjadi di kamar sebelah, aku membawa Kunci 20 yang kubawa di tasku untuk berjaga jaga, aku pun membuka kunci pintu kamar, lalu kubuka. Betapa kagetnya aku dan Joe ternyata ada sosok kuntilanak tadi duduk di kasur dan seperti membelakangi kita, aku dan joe berusaha tenang dan menutup kembali pintunya dan kami pun berlari kembali ke kamar. Aku dan Joe masih setengah ketakutan. Jelas terlihat oleh aku dan Joe bahwa kuntilanak tadi sangat tinggi, aku yakin itu kuntilanak tadi yang menyebabkan aku pingsan. Joe berkata "Itu mengerikan, apa itu kuntilanak yang kamu dan pedagang ceritain tadi?", " Iya joe bener, wah parah ini Joe", jawabku. Sementara Natalia dan Dini masih tidur, Aku dan Joe pun akhirnya tidak bisa tidur gara-gara kejadian tadi. Namun setelah kami melihat di kamar sebelah, suara gaduh itu hilang, namun suara itu kembali lagi pada jam 2 malam, Aku dan Joe pun masih terjaga dan mendengar suara itu jelas sekali. "Brak brak brak" seperti suara pintu yang dibanting berkali kali, sepertinya itu pintu kamar mandi yang dibanting banting, suara itu membangunkan Natalia dan Dini, "Kalian berdua ngapain sihh, ganggu aja" ucap Dini, "Hah, itu suara dari kamar kalian", ucap Joe. Natalia dan Dini langsung terdiam karena menyadari bahwa suara itu berasal dari kamar sebelah, aku pun menjelaskan bahwa di kamar sebelah ada kuntilanak yang tinggi sedang duduk di atas kasur. Sontak Natalia dan Dini pun ketakuan, namun aku berusaha menenangkan mereka berdua. Sementara kami ber 4 khawatir bila kuntilanak itu masuk ke kamar kami, kami hanya bisa berdoa sambil mendengar suara gaduh yang terus menerus berbunyi. Tak lama suara itu tiba tiba menghilang, setelah suara itu menghilang kami ber 4 agak sedikit lega, namun tiba-tiba Dini terdiam.
Lalu Dini seperti menangis.. Ah tidak sepertinya Dini kerasukan, dia menangis dan tertawa, lalu kami ber 3 kebingungan harus bagaimana ini, tiba-tiba Dini berbicara " Tolong.. Tolong.." dengan suara melengking. Natalia ketakutan, sementara Joe sedang menenangkan Natalia, aku pun memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan "Dini".
"Ini siapa, kenapa merasuki Dini?" ucapku. Lalu Dini menjawab "Tolong...." sambil menangis. "Tolong apa? kamu kenapa? kamu siapa?" tanyaku.
Tiba tiba Dini berdiri diatas kasur lalu berjalan keluar kamar, kami ber 3 pun mengejarnya, ternyata Dini masuk ke kamar sebelah dan menunjuk jendela.
Aku pun melihat keluar jendela, ada sebuah gundukan tanah yang sudah ditumbuhi rumput rumput dan lumut. Tiba tiba Dini berteriak "TOLONG..!!!!" lalu Dini pingsan begitu saja. Natalia panik, namun ditenangkan oleh Joe, dan akupun berinisiatif mencari pegawai penginapan. Tak lama aku pun bertemu dengan pegawainya dan menceritakan semuanya, lalu pegawai itu hanya terlihat biasa saja dan seperti menutup nutupi sesuatu, lalu aku menunjukkan suatu gundukan di belakang jendela. Oh iya waktu itu masih pukul 3 pagi jadi hanya samar-samar terlihat gundukan tersebut.
Lalu kami ber 4 kembali ke kamarku beserta pegawai tadi, lalu pegawai tersebut angkat bicara.
"Maafkan Saya bila seperti menutup nutupi sesuatu, saya tidak bermaksud menutupinya, tapi saya takut kalian tidak jadi menginap disini karena disini memang angker. Oh iya perlu kalian ketahui, disini dulu ada pembunuhan, si pembunuh seperti kerasukan, lalu memukul korbannya sampai meninggal. Mungkin si pembunuh itu dirasuki oleh arwah kuntilanak itu yang barusan kalian lihat, namun entah kenapa sekarang kuntilanak ini menunjukkan gundukan aneh di belakang jendela itu. Mungkin kita harus menunggu sampai pagi dan baru bisa mengecek apa isi gundukan itu".
Kami ber 4 hanya mengangguk angguk karena kami mengantuk, lelah dan ketakutan.
Pagi pun datang, lalu pegawai itu mengambil sekop dan menggali gundukan itu. Ternyata itu adalah kuburan, bekas korban pembunuhan. Ah rasanya aku ingin muntah karena melihat tulang belulang ada disana, lalu aku langsung menelfon polisi setempat agar semua ini diselesaikan oleh pihak berwajib.
Setelah melihat proses pengambilan tulang belulang oleh pihak berwajib, kami pun checkout dari penginapan tersebut. Salah satu anggota pihak berwajib itu berterima kasih kepada kami karena sudah menemukan jasad orang yang tak kami kenal itu, sekaligus sang pegawai juga berterima kasih sudah mau menginap disini, namun entah kemana si pemilik penginapan ini. Kami ber 4 pun pulang pukul 10 siang. Dan sampai dirumah pukul 4 sore.
Setelah 2 hari, kami mendengar berita dari TV, seorang pembunuh telah ditangkap di Kota L, yaitu pemilik penginapan yang pernah kami singgahi, berdasarkan berita, si pemilik penginapan ini adalah pembunuh istrinya dan dikuburkan di belakang penginapan, pembunuhan ini terjadi 10 tahun yang lalu. Ternyata berkat kuntilanak itu merasuki Dini, kasus pembunuhan ini akhirnya terungkap.
This Is The Newest Post
This Is The Oldest Page
This Is The Newest Post
This Is The Oldest Page
 

Delivered by FeedBurner